08 · Agents & routines · ~75 menit

Agents & routines

Bangun tim asisten kecil. Satu koordinator di depan. Spesialis di belakang. Jadwal otomatis untuk kerja berulang.

Fakta terverifikasi

  • Agen punya peran / memori / routines masing-masing
  • Orchestrator: user bicara ke satu agen; agen lain lapor kepadanya
  • Routines: jadwal bergaya cron atau pemicu event
  • Detail tombol UI non-terverifikasi: cek di app

Agen dan peran

Agent di Grok Bot = persona kerja: nama, deskripsi, instruksi, tools/connectors, percakapan.

Pisahkan peran supaya fokus jelas dan “jangkauan kerusakan” lebih kecil:

Analogi: Satu orang jaga pintu (koordinator). Yang lain pegang tugas spesifik. Kamu tidak perlu berteriak ke seluruh kantor sekaligus.

Koordinator (Orchestrator)

Kamu biasanya bicara ke koordinator.

Agen lain mengerjakan subtugas dan melapor balik.

Pola ini menjaga satu titik percakapan untuk manusia.

  1. Tulis brief koordinator: apa yang ia boleh putuskan sendiri.
  2. Tulis kontrak komunikasi: format laporan spesialis.
  3. Uji satu tugas end-to-end: delegasi → laporan.

Jadwal otomatis (Routines)

Routine = pekerjaan yang jalan sendiri menurut jadwal atau event.

Setiap routine harus punya: pemilik, tujuan tertulis, dan cara mematikannya.

Cek di app

Nama tombol buat/edit routine bisa berubah antar build. Verifikasi di app. Jangan ikuti tutorial yang mengarang menu Preferences.

Batasi tools per peran

Least privilege: beri akses seminimal mungkin agar tugas selesai.

Lab desain tim

Kuis singkat
  1. Apa beda koordinator vs spesialis?
  2. Mengapa routine perlu “cara matikan”?
  3. Mengapa memisah peran mengurangi risiko?
Kunci:
  1. Orchestrator = pintu bicara manusia; spesialis = subtugas.
  2. Supaya otomasi tidak jalan liar tanpa pemilik.
  3. Blast radius dan fokus lebih kecil per agen.

FAQ

Apakah Grok Bot = OpenClaw? Tidak. Lihat modul 10.

Harus banyak agen? Tidak. Mulai 2 (koordinator + 1 spesialis) sudah cukup belajar.